BaraNusa Kritik Pramono Anung: Jakarta Tak Butuh Pencitraan, Butuh Sikap Tegas Usut Kematian Bambang

admin
3 Min Read
Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan,

Teropongistana.id Jakarta — Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Adi Kurniawan mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mendatangi rumah duka Bambang Setiyawan, warga Pejompongan yang meninggal dunia setelah menjadi korban dalam kericuhan 27 Agustus 2026.

Adi mengapresiasi niat Pramono memberikan perhatian kepada keluarga korban, termasuk menawarkan pekerjaan kepada anak Bambang. Namun, menurutnya, seorang gubernur tidak cukup hanya hadir dan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Datang ke rumah duka tentu baik. Memberikan perhatian kepada keluarga korban juga baik. Tetapi jangan berhenti di situ. Gubernur DKI Jakarta harus menunjukkan sikap konkret dan keberpihakan kepada warga Jakarta yang menjadi korban kekerasan,” kata Adi Kurniawan, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Adi, persoalan utama yang harus segera dijawab adalah bagaimana negara memberikan keadilan kepada Bambang dan keluarganya.

“Rakyat Jakarta tidak membutuhkan pencitraan. Rakyat Jakarta membutuhkan sikap yang tegas. Jangan sampai keluarga korban hanya mendapatkan pekerjaan atau bantuan, tetapi pelaku penganiayaan terhadap Bambang tidak segera ditangkap dan diproses hukum,” tegasnya.

Adi mendesak Pramono Anung menggunakan kewenangannya sebagai kepala daerah untuk memastikan seluruh aparat terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

“Pak Pramono adalah Gubernur Jakarta. Jangan hanya datang melayat. Dorong dan kawal penanganan kasus ini sampai tuntas. Pemerintah Provinsi DKI harus berdiri bersama rakyat yang menjadi korban,” ujarnya.

BaraNusa juga mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkap secara transparan siapa saja yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Bambang.

“Polda Metro Jaya harus bekerja profesional. Segera identifikasi, tangkap dan proses hukum para pelaku apabila bukti-buktinya telah cukup. Jangan sampai kasus kematian warga Jakarta ini berhenti tanpa kejelasan,” kata Adi.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana Bambang bisa menjadi korban dalam kericuhan tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas kekerasan yang dialaminya.

“Kalau memang ada orang yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia, maka harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Jangan ada impunitas. Siapa pun pelakunya, harus diproses sesuai hukum,” tegas Adi.

Adi juga meminta Pramono Anung tidak sekadar memberikan solusi jangka pendek kepada keluarga Bambang, tetapi memastikan keluarga korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan hingga proses hukum selesai.

“Yang dibutuhkan keluarga Bambang bukan hanya pekerjaan untuk anaknya. Mereka membutuhkan keadilan. Dan keadilan itu harus diwujudkan dengan mengungkap pelaku, menangkap pelaku, serta memastikan proses hukum berjalan transparan,” pungkasnya.

Share This Article